- Advertisement -

Bupati Eddy Dinilai Kurang Serius Cegah Virus Corona

Dairinews.co-Sidikalang

Bupati Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Eddy Kelleng Ate Berutu dinilai kurang serius dalam pencegahan penularan virus corona Covid-19.

Ada beberapa argumen. Penyemprotan mempergunakan mobil pemadam dilakukan hanya di lingkungan Pasar Sidikalang. Jalan Boang, Batu Kapur dan lainnya tidak dilayani. Padahal, semua warga wajib dilindungi.

Penyemprotan tersebut cenderung membangun citra seolah sudah bekerja keras. Padahal, kalau dicermati, justru menunjukkan perlakuan tidak adil.

Demikian disampaikan anggota DPRD fraksi partai Golkar, Lamasi Simamora dan Johanson Manik serta Juangga Silaban dari fraksi Nasdem.

Juangga menyebut, harusnya seluruh kecamatan hingga desa diberi sentuhan serupa. Penduduk sama-sama  bayar pajak. Tak ada alasan tak ada anggaran. Presiden Joko Widodo sudah  menerbitkan  Inpres. Kalau biaya tidak terduga (BTT) masih kurang, minta persetujuan pendahuluan ke dewan.

Sekali mulai pakai pemadam, lanjut tiap hari, tandas  Juangga.

Johanson menerangkan,  Bupati tidak melakukan  langkah prioritas. Yang paling dibutuhkan saat ini  adalah masker, bukan  telur. Realitasnya, pemerintah justru bagi-bagi telur. 1 masker itu jauh lebih bermanfaat.

PEJABAT ODP

Lamasi mengutarakan,  pencegahan virus ini  bakal kurang maksimal. Mengapa? Ketua gugus pengendalian yakni Sekda Leonardus Sihotang dan Plt Kadis Kesehatan Jonni Hutasoit serta Plt Direktur RSUD Sidikalang sudah masuk orang dalam pemantauan (ODP). Tentunya  mereka isolasi mandiri.  Mungkinkah  pelaksanaan maksimal kalau hanya by phone?

Ini salah satu  dampak pengangkatan Plt Kadis Kesehatan dan Plt Direktur RSU Sidikalang tidak sesuai aturan. Mereka bukan orang medis tetapi diberi jabatan memimpin lembaga kesehatan.

Lamasi menyebut, ketika pasien yang kini dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dirujuk dari Sidikalang, ketiganya tidak pakai masker. Bahkan dekat dengan pasien. Tidak paham SOP dan resiko penyakit. Harusnya, semua orang yang berinteraksi dengan ketiga pejabat menjadi ODP.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmatsyah Munthe  menyebut, pemeritah sangat serius menangani virus  tersebut.

Dicontohkan, ketika pasien asal Sidikalang dinyatakan positif, adik korban segera diisolasi dari rumah ke rumah sakit. Itu untuk antisipasi.

Menurutnya, Presiden sudah memerintahkan semua kepala daerah termasuk Bupati agar serius. Jadi tidak ada alasan tidak serius.

Rahmatsyah menyebut, penyemprotan pakai mobil damkar ditujukan mendorong dan mengajak warga berswadaya di lingkungan masing-masing. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

error: Maaf tidak bisa disalin