- Advertisement -

Pemkab Dairi Terkesan Tertutup Soal Data Covid

Dairinews.co-Sidikalang

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Lamasi Simamora, Selasa (7/4/2020) mengingatkan, Bupati Eddy Kelleng Ate Berutu  harus mematuhi surat edaran Menteri Dalam Negeri tentang protokoler tempat umum  terkait pencegahan virus corona Covid-19. Ini demi kepentingan masyarakat banyak.

Legislator ini menyebut, kesulitan memperoleh data terbaru Covid-19. Padahal, Mendagri sudah menekankan, informasi harus diperbaharui secara reguler  dan ditempatkan di area yang mudah dilihat pengunjung.

Lamasi menyesalkan, pemerintah seakan menutup info tersebut. Payah memperoleh up date data. Menurutnya, kantor Gugus Tugas juga perlu punya plank.

Diterangkan, mengacu SE Mendagri,  tempat publik harus bersih termasuk pasar.  Pembersihan dilakukan 3 kali sehari mempergunakan desinfektan.

Suhu tubuh pengunjung wajib  diperiksa di setiap pintu masuk. Jika terdeteksi berada lebih  38 derajat celcius, tidak diijinkan masuk dan dianjurkan pemeriksaan kesehatan. Menurut Lamasi, hal ini belum diterapkan.

Kalangan wartawan  mengeluhkan sulitnya memperoleh data terbaru Covid.  Pemerintah kabupaten seakan tertutup.

 Dinas Komunikasi dan Informasi membagi info, Sabtu (4/4/2020) petang  tentang wafatnya  pasien di RSUD Sidikalang. Data itu dishare sekitar 7 jam setelah kabar meninggal dunia.  Sesudahnya, tak ada lagi kabar. Padahal, jamak substansi perlu diketahui. Diantaranya berapa jumlah orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP) hingga pasien dalam pemantauan (PDP)  pasca wafatnya pasien.  Jurnalis ingin tahu, langkah konkret apa yang sudah diambil termasuk terhadap tenaga medis, keluarga dan  kerabat.

Hingga pagi ini, Rabu (8/4/2020) data terkini belum juga disajikan. Bahkan, adanya seorang pegawai bank beralamat di Sidikalang –positif hasil rapid test — tak kunjung ditampilkan.

Berbagai kritik pedas dan kekecewaan dituangkan   wartawan   dalam group WA dibentuk Dinas Kominfo.

“Ditutup ma group on. Ingkon berita ni Bupati na rapat dohot teleconference do boi di group on” tulis Marulak Siahaan

Kadis Kominfo, Rahmatsyah Munthe, Selasa (7/4/2020) merespons, sedang berusaha  meminta info resmi. Dia tidak berani rilis kalau pemberitahuan resmi belum diterima. Namun demikian, dari sore Dinas Kesehatan sudah melakukan tracing.

Demikian juru bicara Gugus Tugas Pencegahan Covid,   Edison Damanik lebih sering tidak menjawab telepon dan pesan elektronik. Menurutnya, juru bicara tidak perlu bicara. Dikatakan, pihaknya mengirim up date data setiap sore ke Infokom. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.