- Advertisement -

Ratusan Hektar Sawah Belum Bisa Ditanami Dampak Banjir Bandang

Dairinews.co-Sidikalang

Ratusan hektar areal persawahan di Desa  Sumbari, Lae Panginuman, Lae Pangaroan dan Lae Ambat Kecamatan Silima Pungga-Pungga Kabupaten Dairi Sumatera Utara belum bisa ditanami padi, Rabu (24/6/2020).

Kerusakan lahan dan irigasi dampak banjir bandang tahun 2108 belum tertangani sempurna.

Demikian dijelaskan Dedi Hasibuan (38), petani beralamat di Desa Lae Ambat. Diutarakan, banjir bandang di Desa Bongkaras dan Longkotan 2 tahun lalu memporak-porandakan areal pertanian termasuk irigasi dan jaringan air bersih di wilayah mereka, terletak di hilir..

Dibenarkan, perbaikan irigasi sudah dilakukan.  Namun porsinya sangat kecil dibanding kebutuhan. Agar tetap produktif, penduduk membudidayakan jagung.

Basten Tambunan dan Hasudungan Sirait menandaskan, kebutuhan prioritas petani adalah tersedianya irigasi.  Masyarakat lebih mengutamakan ketahanan pangan.

“Bagi kami, lebih berharga 10 karung beras dibanding 100 karung jagung” kata Tambunan.

Andaikan di masa wabah covid ini pasokan beras berhenti, entah bagaimana nasib rakyat, kata Tambunan. Dulunya, penduduk tak pernah beli beras. Malah menjual. Kini, pengeluaran keluarga banyak membelanjakan bahan pokok tersebut.

“Kami berharap, irigasi dibenahi pemerintah” kata   Sirait.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  Sahala Tua Manik mengatakan, sulit menormalisasi lahan pertanian dimaksud.  Aliran sungai juga telah pindah dan lahan banyak tertimbun material batuan.

Pengkajian  sudah dilakukan. Kesimpulan sementara, dibutuhkan anggaran  sangat besar. Permohonan dana disampaikan ke pemerintah pusat dan  propinsi. Sebagian anggaran juga dialokasikan di APBD kabupaten.

Mana yang bisa ditangani, itulah dulu dikerjakan, kata Manik. Kalau seluruhnya dinormalisasi, agaknya berat. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.