- Advertisement -

Pendidikan Seks Bagi Anak Tunagrahita

Oleh: Esaulitna Tarigan

Dokter tanpa Stigma Gabriella Sandranila Suryadana mengatakan anak berkebutuhan khusus tidak memikirkan seksualitas dengan cara yang sama seperti orang dewasa pada umumnya. Namun mereka mempelajari dan mengintepretasikan pesan yang mereka terima berkaitan dengan seksualitas.

Hal tersebut kemudian membentuk bagaimana sikap dan perilaku mereka di kemudian hari.

Pemberian  informasi mengenai masalah seksual menjadi penting untuk diberikan mengingat remaja berada dalam potensi seksual yang aktif, karena berkaitan dengan dorongan seksual yang  dipengaruhi oleh hormon dan para remaja  sering tidak memiliki informasi yang cukup mengenai aktivitas seksual mereka  sendiri. Maka dari itu, remaja perlu memahami dan mengelola seks dalam  lingkup kebermanfaatan yang positif lewat pendidikan seks.

Pendidikan seks bermaksud  menerangkan semua hal yang berhubungan dengan seks dan seksualitas dalam bentuknya yang wajar. Tetapi yang terpenting  adalah membentuk sikap serta  kematangan emosional seseorang  terhadap seks. Menurut UNESCO, “pendidikan seksual adalah pendidikan yang membahas hal perilaku seksual. Gunanya untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan seksualitas dan reproduksi.

Masa Puber Anak Remaja Tunagrahita

Remaja tungrahita memiliki organ reproduksi yang sama dengan anak remaja pada umumnya sehingga mereka juga memasuki tahap puber seperti remaja pada umumnya. Mereka akan mengalami perubahan fisik yang diikuti dengan perubahan seksual.

Hal ini dapat dilihat pada saat remaja perempuan anak tunagrahita yang mengalami menstruasi dan laki-laki mengalami emisi mani. Selain itu terdapat beberapa tanda kematangan fisik seperti pertumbuhan rambut di sekitar area kemaluan. Perubahan perilaku remaja tunagrahita juga dapat dilihat dari ketika mereka mulai menyukai lawan jenis.

Hal ini  menjadi tugas penting bagi guru, orang tua dan orang dewasa lainnya dalam membimbing dan mendidik anak tunagrahita  agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kasus Pelecehan Seksual

Kasus pelecehan seksual yang terjadi pada remaja anak berkebutuhan khusus menjadi sebuah sorotan bagi dunia pendidikan  untuk memberikan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi terhadap remaja anak berkebutuhan khusus.  Hal ini dikarenakan remaja anak berkebutuhan khusus mudah untuk menjadi korban maupun pelaku dari tindakan pelecehan seksual.

Metode dan Materi Pendidikan Seks Bagi Anak Tunagrahita

Adapun cara guru, orang tua dan orang dewasa lainnya dalam mengajarkan anak remaja tunagrahita mengenai seks adalah dengan memberikan pemahaman dan keterampilan yakni yang berupa:

  1. Pembiasan Diri Menutup Aurat

Pembiasan menutup aurat sangat penting bagi anak tunagrahita.Sehingga aurat sangat penting tidak perlu ditonjolkan di tempat umum.Apalagi lembaga pendidikan dasar umum maupun khusus sudah memberikan kesempatan terhadap peserta didiknya untuk berjilbab dan  berseragam muslimah.

  1. Pendidikan Keagamaan

Sebelum mengajar pendidikan seks yang mendalam anak tunagrahita sebelumnya harus diberikan pendidikan keagamaan yakni pendidikan untuk mengenal Tuhan, perintah dan larangan dalam agama, tingkah laku terpuji, sopan santun dan tata  cara bergaul serta beribadah.

  1. Memisahkan Tempat Tidur Anak

Memisahkan tempat tidur anak dengan kedua orang tuanya atau dengan saudara yang memiliki jenis kelamin berbeda pada substansinya  dilakukan sebagai upaya preventif.

  1. Etika Memandang Teman Sejenis dan Lawan jenis

Secara khusus etika memandang ini bertujuan untuk memfilter pandangan-pandangan yang berdampak negatif. Sebab gejolak hati dan nafsu seseorang pada awalnya lahir dari pandangan mata. Apalagi terhadap lawan jenis, apabila pandangan ini dibiarkan sepuasnya untuk memandang ketampanan atau kecantikan seseorang, maka timbul hasrat dan gejolak seks pada seseorang.

  1. Menjauhkan Anak dari Rangsangan Seksual
    Menjauhkan anak dari rangsangan seksual berarti memberikan pemahaman untuk bisa memilih film, jenis tontonan, permainan, cerita, sinema, sandiwara, drama, yang bernuansa erotis dan seksual. Selain itu anak juga harus dihindarkan dari pakaian transparan yang dipakai wanita serta berbagai pergaulan bebas serta teman yang tidak baik.

Berdasarkan  penjelasan diatas,  guru sangat berperan penting dalam memberikan pendidikan seks di sekolah.  Guru diharapkan  lebih memberikan perhatiannya kepada peserta didik dan menambah skill dalam memberikan pembelajaran mengenai pendidikan seks untuk remaja berkebutuhan khusus agar mereka mudah mengerti dan paham mengenai pembelajaran tersebut serta para guru diharapkan diberikan sosialisasi mengenai pendidikan seks untuk remaja berkebutuhan khusus  supaya mudah  memberikan pembelajaran di kelas.

Selain guru, orang tua dan orang dewasa lainnya juga sangat berperan penting dalam memberikan anak pendidikan seks dan memantau perkembangan sikap anak. (Penulis, Mahasiswa Universitas Negeri Medan/Unimed)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.