- Advertisement -

Istri Baru Melahirkan, Kiranta Padang Dibunuh di Lapo Tuak

Dairinews.co-Sidikalang

Kiranta Padang (33) penduduk Dusun Pertembungan Desa Sarintonu Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi Sumatera Utara menemui ajal  di tangan teman kompaknya. Dia tewas dibunuh EKG (33) tak lain adalah  kawan sekampungnya.

Iklancovid

Demikian dijelaskan Kapolres Dairi, AKBP Ferio Sano Ginting melalui Kasubbag Humas, Iptu Donni Saleh,

Peristiwa sadis itu terjadi di lapo tuak (warung tuak) Rusman Ginting di Dusun Kuta Tengah Desa Pertembungan, Kamis (10/6/2021) sekira pukul 16.00 Wib.

Lebih detail, Kapolsek Tigalingga AKP Sarbanua P Siringo-ringo menyebut, Aksi itu spontan dan singkat Tidak ada rencana.  Maut merenggut  lantaran tersangka tersinggung dengan ucapan korban.

Siringo-ringo  menerangkan, korban bersama EKG, Landro Situmorang (25), Rusman Ginting, Dedi Suranta Siburian, Hormat Pinem (50) dan Iwan Tarigan (40)  lagi minum tuak. Mereka menghibur diri lewat nyanyian. Tersangka dan korban sempat gantian mikropon.

Kala itu, korban mengeluarkan ucapan, Aku,  kalau  minum tuak, tiga hari tiga malampun  tahan.

“Jangan gitu, lae”  kata EKG.

“Kapanpun aku menunggu, ya” ujar korban.

Lontaran kalimat itu membuat EKG tersinggung. Kok gitu kau ngomong, lae” tanya EKG.

Suhu  pembicaraan meninggi. 

“Apa maumu” kata Kiranta.

Keduanya sama-sama berdiri di depan meja. Lantaran ribut, Rusman menyela dan berusaha meredakam emosi.Kok ribut, orang sama-sama kita, kok, kata Rusman.

Seterusnya, korban mengenakan baju dan melangkah ke arah sepeda motornya yang diparkir di halaman. EKG menghetahui, korban menyimpan  parang.

EKG berpikir, daripada dirinya yang mati, mendingan dia ‘menyelesaikan Kiranta.

Kemudian EKG mengambil sebilah pisau tumbuk ladang yang diselipkan di pinggangnya. Belati itu ditusukkan ke arah dada kiri sebanyak 1 kali dan punggung 2 kali.

Korban terkapar tak berdaya. Melihat korban tumbang, EKG meninggalkan lokasi naik motor.

Siringo-ringo menyebut, tim nya berhasil menangkap EKG sekitar 3 kilometer dari TKP. Diutarakan, petugas mengenal tersangka.

“Korban dan tersangka sama-sama kompak. Tidak ada masalah sebelumnya. Tersangka tersinggung atas ucapan korban. Bukan mabuk” kata Siringo-ringo.

Siringo-ringo menyebut, korban meninggalkan istri boru Sembiring berikut 2 anak-masing-masing 1,5 tahun dan bayi 1,5 bulan. Masih baru melahirkan. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.