- Advertisement -

Wow, Petani Vanilla di Tigalingga Kantongi Rp220 Juta Tahun Pertama

Dairinews.co-Sidikalang

Ketua Koperasi Vanilla Maju Bersama Dairi, Dionisius Karo-Karo (47) diwawancarai Dairinews.co mengatakan, sudah mengantongi Rp220 juta hasil bisnis vanilla pada tahun pertama.

Dionisius yang juga penangkar  bibit vanilla bersertifikat di Desa Lau Bagot Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Sabtu (18/9/2021) mengatakan, memiliki 1500 batang tanaman  di atas lahan seluas 1 hektar. Dari jumlah populasi  tersebut, 200 batang sudah memasuki fase panen. Dari 3 kali panen sejak Januari, dia menerima penjualan Rp60 juta. Masing-masing patikan sebanyak 10, 20 dan 25 kilogram.

“Kalau kualitas premiun, harga buah bisa sampai Rp3 juta per kilo” kata suami dari boru Nainggolan.

Dipaparkan, pananaman dimulai tahun 2019. Awalnya, budidaya jagung tumpur. Pupuk mahal dan langka tetapi harga jual terpuruk. Petani ini memutuskan menebang durian dan coklat yang ada di lahan. Bibit sisa peninggalan orang tua diperbanyak.

Sementara itu, Rp160 juta diperoleh lewat hasil penjualan bibit.  Dijelaskan, harga bibit Rp8000 per batang siap tanam.

Menurut Dionisius prospeknya cukup cerah. Bibit tersebut telah dibeli Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, Kadis Pertanian Lhokseumawe, Kadis Pertanian Gayo dan Kasat Reksirm  Gayo. Warga lokal juga  banyak berbelanja.

“Pejabat Aceh silih berganti datang beli bibit. Bawa staf pertanian lagi” ujar Dionisius.

Ketua Yayasan Maju, Devi Ramona Simatupang menerangkan,  vanilla merupakan salah satu rempah nasional yang punya prospek luas. Produk ini dipasarkan ke mancanegara. Dirinya siap mencari bantuan dana guna intensifikasi vanilla.

Devi menandaskan, pembentukan koperasi  adalah cara mengatasi masyarakat dari pengaruh  tengkulak. Lewat koperasi, mutu juga terjamin.

“Vanilla adalah emas bagi petani. Hanya saja butuh keuletan dan disiplin dalam perawatan. Tak harus banyak-banyak. Pekarangan rumah atau lahan 1 rante bisa menghasilkan banyak uang asalkan diseriusi. Jaraknya cuman 1 x 1 meter” kata Robert Silalahi, Koordinator Koperasi Vanilla wilayah Kecamatan Sidikalang.

Robert menyebut, sebelum menanam bibit, harus terlebih dahulu mempersiapkan tiang untuk panjatan. Batang harus tumbuh dan jenis berair. Vanilla adalah tanaman hutan yang sudah  kelembaban. Keluarga ekonomi sederhana bisa  mengusahakan lantaran tanaman ini  tak butuh pestisida. Kebutuhan hara cukup  organik dan wajib pelindung. Panen umur 2,5 tahun setelah tanam.

“Saya sedang  bikin percobaan di Kampus Poltekes di Panji Sitinjo” kata Robert.

Butuh info dari Dionisius Karo-Karo? ini nomor kontaknya 081263263472. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.