- Advertisement -

Petani Vanilli Kesal, Oknum Kadis Pertanian Datang Hanya ’Makan Jagal’

Dairinews.co-Sidikalang

Ketua Kelompok Tani Vanilla Maju Bersama Dairi, Dionisius Karo-karo mengungkapkan, perhatian Pemerintah Kabupaten Dairi kepada penggiat komoditas itu dirasa minim.

Keluhan itu disampaikan kepada wartawan usai pengukuhan pengurus koperasi per lokasi penangkapan bibit di Desa Lau Bagot Kecamatan Tigalingga, Sabtu (18/9/2021).

Dijelaskan, ketika Bupati, Eddy Berutu menyerahkan  sertifikat penangkar yang ditandatangai Menteri Pertanian, kepala daerah ini menyampaikan akan memesan bibit sebanyak 20 ribu untuk dikembangkan petani.

Namun tidak ada tindak lanjut secara konkret. Diutarakan, Kepala Dinas  Pertanian Effendi Berutu datang tetapi hanya makan jagal B satu.

“Kadis Pertanian datang hanya makan jagal B1” tandas Dionisius.  Itu Januari lalu. Menurutnya, partisipasi Dinas Pertanian, nol.

Hal yang menyedihkan petani, Efendi  menyebut bahwa pengadaan bibit vanilla tidak akan ada tahun 2021.

Pada kesempatan lain, istri Bupati juga berkunjung ke areal pertaniannya. Mereka foto-foto. Dijanjikan dibantu 3 ekor kambing tetapi kambingnya masih di Siantar.

Dionisius  menjelaskan,  bibitnya sudah banyak terjual. Per batang dibanderol Rp8000. Beberapa pejabat Aceh telah belanja. Bulan Mei 2022, dia mesti memenuhi pesanan untuk dikirim ke Jakarta sebanyak 40 ribu bibit.

KEMBALIKAN

Terpisah, Effendi mengatakan, memberi penyuluhan kepada petani vanila. Diantaranya membuat demplot.

Dia membantah datang hanya untuk makan  jagal (daging) B1. Menurutnya, makanan itu disuguhkan kepadanya. Sesungguhnya, dia tdak terlalu suka B1.

“Kalau dia keberatan, nanti uang makan dagingnya saya ganti” kata Effendi, Senin (20/9/2021).

Dibenarkan, pengadaan vanilla tidak dilaksanakan tahun 2021. Itu dikarenakan keterbatasan anggaran.

Ketua Yayasan Indonesia Maju, Devi Simatupang menyebut,  belum merasakan perhatian  pemerintah daerah. Bertemu saja sulit.   Penggiat agribisnis itu menandaskan,  kegiatan ini akan lanjut tanpa keikutsertaan pemerintah. Dia meminta  anggota koperasi tidak terbawa muatan politik.

Sebagai bukti keseriusan mengembangkan vanilla,m Devi  menyebut, akan membangun green house di daerah ini. Dengan demikian, masyarakat termasuk  pelancong bisa melihat.

Sementara itu, Ketua UMKM Medan Lina Batubara mengutarakan,  kontribusi pemerintah dibutuhkan guna membangun agrowisata.

“Perkebunan vanilla akan semakin menarik ketika dikelola menjadi  destinasi wisata. Untuk itu, diperlukan  infrastruktur yang baik. Ketika fasilitas umum memadai, wisatawan akan datang. Tamu menggelontorkan uang yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan asli daerah dan perekonomian masyarakat. (D01)

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.