- Advertisement -

Dulu Eddy Berjanji, Kini Petani Simartugan Merasa Ditinggal

Dairinews.co-Sidikalang

Ketua Kelompok Tani Arnia Jeges Saroha, Bernat Nadeak pada pertemuan dengan petani vanilla di Desa Lau Bagot Kecamatan Tigalingga Kabupaten dairi Sumatera Utara– mengungkap keluhan soal minimnya perhatian  Pemerintah Kabupaten, Sabtu, (18/9/2021).

Bernat menyebut, kini kegiatan pertanian dilakukan secara mandiri termasuk pengolahan dan pemasaran Bubuk Kopi Jeges.

Diutarakan, jelang pilkada, Eddy Berutu menemuinya seraya menyampaikan niat ingin jadi Bupati. Eddy  menerangkan niatnya mengembangkan kopi andaikan terpilih.

Setelah dilantik, tidak ada lagi komunikasi.

“Tulang, saya mau calon Bupati. Nanti kalau jadi Bupati, kita bikin kopi begini, begini, begini…” kata Bernat mengulangi perkataan Eddy.

Dia berharap, lewat pertemuan itu, pihaknya memperoleh bantuan dan jalan keluar. Diutarakan, kelompok tani tersebut memiliki lahan seluas 400 hektar berlokasi di Desa Simartugan Kecamatan Pegagan Hilir.

Untuk mempererat tali persaudaraan, Bernat memberi produk berupa oleh-oleh kepada Devi dan hadirin.

Pada pertemuan itu, Devi Simatupang Ketua Yayasan Indonesia Maju mengatakan, akan mengupayakan bantuan. Diantaranya pengadaan packacing (kemasan) berbiaya murah.

“Biaya packaging cukup Rp100 ribu. Soal desain bisa diatur” kata Devi. Dirinya akan melakukan pendekatan ke Kementerian Pertanian.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Effendi Berutu ketika diminta tanggapan, Senin (20/9/2021)  mengatakan, tidak semua harus ke Bupati. Kan, ada Dinas Pertanian?

Menurutnya, mereka sudah melakukan penyuluhan. Kalau orang per orang, saya tidak kenal petaninya. Tapi kalau kelompok, kenal.

Menurutnya, kelompok tersebut menerima bantuan. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.