- Advertisement -

Junimart: Onan Sidikalang Semraut, Lintasan Macet

Dairinews.co-Sidikalang

Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI, Junimart Girsang, Sabtu (25/9/2021) mengatakan, kawasan Pasar Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara makin semraut.

Lapangan parkir kendaraan dipakai jadi lapak pedagang. Sedang  parkir kendaraan minim penataan.  Jalur sempit di Jalan Sekolah yang merupakan akses masuk, menurut Junimart,  macet luar biasa. Jenuh. Selanjutnya, persimpangan Jalan Kopi dibiarkan untuk mangkal angkot.

Dulu, waktu masik anak-anak, banyak kenangan di Onan Sidikalang. Suasananya sangat bersahabat. Pintu keluar masuk ada di 4 titik yakni Jalan Sekolah, Pekan, dairi dan Trikora.

Bagian atas gerbang, masing-masing dilengkapi  ruangan perkantoran termasuk kantor Perpas dan  Pos Polisi. Junimart teringat, Simanjuntak anggota polisi beralamat di FL Tobing pernah ditabraknya tak sengaja  hingga dirinya diproses.

Sedang  lapangan terbuka yang kini dipakai pedagang musiman di Jalan Trikora, dulunya  merupakan terminal bus. Stasion   bus benar-benar teratur. 

“Sekarang, macetnya minta ampun”, kata legislator alumni SMPN 1 Sidikalang itu. Sebaiknya, parkir kendaraan hanya  satu baris. Jangan diberi ruang lapis 2. Petugas mesti siaga selama aktivitas masyarakat berlangsung. 

Menurutnya, fungsi terminal harus dikembalikan. Area itu bisa berfungsi ganda. Semisal didesain gedung berlantai 3. Lantai dasar buat terminal sedang lantai 2 dan 3 untuk jualan.

Menurut Junimart, pemerintah mesti memperlakukan masyarakat secara manusiawi. Dia prihatin, pedagang asal desa dan pembeli mencium bau menyengat hidung  dan memijak bercampur lumpur.  Pada usia daerah otonom yang kian dewasa, seyogianya Dairi sudah lebih maju.

Pemimpin itu harus punya seni. Miris mendengar, anggaran tahun 2020  sisa sampai Rp114 milliar tetapi kebutuhan prioritas masyarakat tak diakomodir.

Seorang abang becak menyebut, tidak ada perubahan. Petugas hanya  siaga 2 jam. Kemudian pulang. Tidak ada pengaturan lalulintas. Itu mengakibatken kemacetan.

Terpantau, jelang siang hari, pedagang mulai alih  lapak di tepi jalan.

Belum lama ini, para pedagang memblokir pintu masuk di Jalan Sekolah. Itu sebagai bentuk protes kepada pemerintah atas pembiaran pedagang tanpa aturan.

Bupati, Eddy Kelleng Ate Berutu dan tim turun melakukan penertiban merespons  protes pedagang. Namun sepertinya, penertiban tidak diikuti konsistensi. Penjagaan hanya berlangsung hingga pertengahan hari. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.