- Advertisement -

Rahmatsyah Akui Tekanan Politik Pengaktifan 12 Nakes Korban Pecat

Dairinews.co-Sidikalang

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Rahmatsyah Munthe, Rabu (5/10/2021) mengakui adanya tekanan politik  dalam pengaktifan kembali 12 tenaga kesehatan korban pemecatan Direktur RSUD Sidikalang.

“Memang dinamikanya seperti itu. Ada tekanan poitik. Beberapa kali disampaikan anggota dewan dalam rapat dan sidang” kata Rahmatsyah.

Dijelaskan, 12 perawat korban pemecatan Direktur RSUD Sidikalang, Sugito Panjaitan telah dipanggil Kepala Dinas Kesehatan, Ruspal Simarmata Nantinya, mereka ditempatkan di Puskesmas. Upah Rp1,7 juta per bulan. Penggajian sudah ditampung di Perubahan APBD.

Sebagaimana diketahui, Sugito memberhentikan 12 perawat per 1 Mei 2021. Mereka di PHK tanpa diawali teguran. Pun demikian, versi pemerintah sebagaimana disajikan si website resmi, langkah itu suydah sesuai prosedur.

Tak lama kemudian, korban PHK mengadu ke DPRD Dairi dan melayangkan surat ke beberapa pihak. Komisi 3 DPRD Dairi menaruh atensi. Bahkan, Bupati, Eddy Kelleng Ate Berutu menjadi sasaran interupsi pada sidang paripurna. Bona Sitindaon dan rekan tampak gigih menyuarakan  ‘tangisan’ tenaga kesehatan.

Diantara korban pecat ada yang sudah bekerja selama 7 tahun. Bahkan, perawat juga terpapar Covid saat bertugas. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.