- Advertisement -

Aryanto Tinambunan Kadis Kominfo, Bupati Lebih Percaya Pejabat Impor

#Hendra Tambunan Wacanakan Interpelasi

Dairinews.co-Sidikalang

Aryanto Tinambunan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pakpak Bharat mendapat job baru di Kabupaten Dairi Sumatera Utara.

Bupati Dairi, Eddy Kelleng Ate Berutu mengukuhkannya menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika di daerah otonom ini dilaksanakan di Balai Budaya Sidikalang, Rabu (1/12/2021). Aryanto dlantik bersama 21 ASN lainnya.

Dalam pidatonya , Eddy meminta para pejabat menunjukkan dedikasi dan loyalitas guna mewujudkan Dairi Unggul. Menurutnya, pelantikan sudah sesuai aturan.

“Jabatan adalah kepercayaan” kata Eddy. Wakil Bupati, Jimmy Sihombing tidak terlihat di acara itu.

Terpisah, Anggota Komisi 1 DPRD Dairi, Hendra Tambunan menyebut, patut diduga, pelantikan tersebut melanggar undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara  pasal 115 ayat 1. Bunyinya sebagai berikut,  pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dilakukan oleh pejabat pembina kepegawaian dengan terlebih dahulu membentuk panitia seleksi.

Menurut Henra, Aryanto diangkat tanpa seleksi. Panitia seleksi belum dibentuk. Bagaimana mau seleksi? Namun belum diketahui, apakah ada regulasi lain yang memperbolehkan demikian.

Pun begitu, Hendra tetap kritis dan tidak terlalu setuju soal pejabat impor. Kehadiran  Aryanto menambah daftar panjang ASN dari luar daerah untuk pimpinan OPD. Itu  identik menghambat karir lokal. Itu gambaran, Bupati lebih percaya dan menyanjung pegawai dari luar daerah. Kasihan  ASN yang sudah lama meniti karir di tempat ini.

“Kontradiktif, dulu Dairi dikenal sebagai gudang ASN handal tetapi sekarang malah jadi rumah empuk bagi pegawai dari luar daerah” ujar legislator fraksi {PDI Perjuangan itu.

Kalau saya ditanya, ini waktunya mengajukan hak interpelasi kepada Bupati. Nah, bagaimana anggota dewan yang lain menyikapi? Apakah membiarkan kondisi ini berkelanjutan?

UNDANGAN

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmatsyah Munthe yang dimutasi jadi Kepala Dinas Parawisata menerangkan,  Aryanto Tinambunan masuk melalui jalur undangan.

“Ada peraturan membenarkan, ASN dilantik jadi Pejabat Pimpinan Tinggi tanpa seleksi.Yakni, melalui jalur undangan. Bupati mengundang yang bersangkutan” kata Rahmatsyah.

Aryanto mengikuti assesmen sekira 1 bulan lalu di Medan.

Ditanya apakah Aryanto menjadi anak kesayangan atau anak emas? Rahmatsyah  menyebut, tidak berani berkata demikian.

Sebagaimana diketahui, Eddy Berutu menetapkan  ASN  impor menjadi pimpinan OPD sebelumnya.  Inspektur Budianta Pinem, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Dedy Dharma Putra Situmorang dan Kadis Kesehatan Rus[pal Simarmata.  (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.