- Advertisement -

Harga Jeruk Manis di Tingkat Petani Rp6400/Kg

Dairinews-Bangun
Harga jeruk manis di tingkat petani bervariasi antara Rp6000 sampai Rp6400 per kilogram. Tergantung ukuran. Kalau besar-besar, bisa disepakati Rp6400. Jika tampilan buah normal, berada di kisaran Rp6000. Demikian disampaikan supplier UD Melani, Clara Sihotang gelar Omak Hagai ditemui di simpang Inpres Desa Bangun Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Minggu (31/7/2016).

Ini harga sam-sam. Besar kecil, sama dipetik di kebun, kata Clara saat sortir buah bersama tim kerja. Direncanakan, pasokan dikirim ke Pekan Baru Propinsi Riau. Dijual ke pasar tradisional sesuai permintaan. Setiap hari, Clara membawa buah sebanyak 5 hingga 7 ton. 1 canter-lah.

Dielaskan, komoditas ini akan segera mengangkat kesejahteraan masyarakat. 2 tahun ke depan, ekonomi rakyat diyakini lebih menggeliat. Dari berbagai jenis produk, jeruk manis tergolong punya peluang pasar paling terbuka. Apalagi, pemanfaatan sangat beragam termasuk buat komposisi obat dan aneka juice.

- Advertisement -

Sehubungan itu, dia menyatakan salut atas etos kerja masyarakat. Di Desa Bangun, areal panen sudah lebih 100 hektar. Kalau hitungan di Kecamatan Parbuluan, payah dikalkulasi. Barangkali, hampir 1000 hektar. Soalnya, dimana-mana intensif membudidayakan. Dia bahkan pernah mengangkat buah sebanyak 170 ton dari ladang 1 orang. Jika membeli sebanyak 40 ton hanya dari seorang petani, itu sudah biasa.

Klara mengutarakan, banting setir dari posisi sebagai pengecer menjadi supplier menyusul lonjakan produksi. Di Medan, dia menjual partai kiloan di pasar sebanyak 20 kg per hari. Itu dilakoni tahun 2008-2014. Sejak 2015, dia terjun sebagai toke untuk menampung panenan teman sekampung.

Klara membenarkan, harga fluktuatif. Kalau stok di pasar minim, harga di tingkat petani bisa melambung di atas Rp 10 ribu. Andai kena, petik 10 ton saja, uangnya Rp100 juta. Transaksi harus cash di ladang. Bila macet, yah, harga juga begitu. Bakal turun. Ini hukum dagang. Bila dikelola secara benar, tak ada alasan petani merugi. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.