Ditawari Kompensasi Proyek SUTT, Wajah Garang Berubah Lunak

Dairinews-Sidikalang
Puluhan warga jalan Air Bersih Kelurahan Batang Beruh Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara akhirnya bernafas lega. Mereka menikmati menu hidangan PT PLN setelah perusahaan milik negara itu bersedia membayar ganti rugi menyusul kawasan permukiman di sana merupakan areal dan lintasan proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Nasi kotak pun dilahap. Wajah garang berubah lunak.

Demikian konsisi saat jeda siang membahas pembangunan SUTT antara masyarakat jalan Air Bersih bersama PLN dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) tanpa Bupati Johnny Sitohang dan Ketua Pengadilan Negeri Jon Sarman Saragih di Kantor Camat Sidikalang, Senin (13/9/2016).

Awalnya, Hendriko Silaban dan Fatimah Boangmanalu dan rekan tampak ganas menuntut PLN memindahkan tower 5 dan 6 yang berada di permukiman mereka. Bahkan, warga mengungkapkan adanya intimasi dan premanisme pada, Sabtu (11/9/2016) sebagai buntut penolakan pembangunan. Pada hari itu oknum bersenjata turun ke lapangan.

“Kami tidak mau diintimidasi. Jangan ada gaya preman” kata Fatimah mengenakan pakaian kerja PNS. Pembicara mendesak, tower dipindahkan jauh dari perumahan . Sebab, di sana masih banyak tanah kosong berupa perladangan. Pembicara pun mengungkap, bahwa lokasi tower sudah bolak-balik pindah. Penduduk ingin kenyamanan. Uang ganti rugi tidak lebih penting dibanding keselamatan.

Seorang ibu rumah tangga mengaku boru Majuntak menyebut, Sabtu (11/9/2016) malam, sekira pukul 22.00 Wib, rumahnya digedor. Saat pintu dibuka, ada orang tak dikenal mengeluarkan ancaman bakal berhadapan dengan BIN. Sementara itu, warga lainnya mengatakan, menerima ganti rugi senilai Rp1,3 tanpa pernah membicarakannya. Uangnya masuk ke rekening.

Silaban memaparkan, pembangunan tower di luar sepengetahuan mereka. Masyarakat tidak pernah menolak pembangunan. Itu prinsipnya tetapi jangan di atas rumah kami, tandas dia. Silaban mengutarakan, resikonya sangat tinggi, apalagi Dairi merupakan wilayah rawan gempa.

Kendati pertemuan menghadirkan tim teknik PLN Jonson Situmorang dan Budiman Sinulingga sempat tegang, namun akhir debat berakhir tenang. PLN menyatakan, tidak akan menyengsarakan masyarakat. Perusahaan siap membayar segala kompensasi. BUMN ini menggaransi, bekerja sesuai aturan yang ditetapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Konstruksi dibuat sesuai aturan diantaranya jarak kabel dari atap rumah.

Tentang besaran kompensasi, Sinulingga menjelaskan, itu ditetapkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) konsultan yakni yang dihunjuk Kementerian Keuangan. Kalau lahan berupa perladangan dan di dalam, tentunya lebih murah dibanding rumah di tepi jalan. Sehubungan itu, pengukuran ulang segera dilakukan.

Sementara itu, Komandan Kodim 0206 Dairi Letkol Johnny Marpaung menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas kehadiran personel. Permohonan maaf serupa diucapkan Kapolres AKBP Kobul Syahrin Ritonga atas adanya perilaku satu anggota yang arrogan.

Menyusul adanya titik temu, rembug dilanjutkan beberapa hari mendatang. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.