Diduga Diminta ‘Uang Pelicin’, Pemuka Masyarakat Marah

Dairinews-Bunturaja’

Aroma kurang sedap muncul di Bunturaja Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Selasa (14/02/2017). Seleksi calon perangkat desa tahun 2016, diduga pakai ‘uang pelicin’. Seorang pemuka  masyarakat mengungkapkan, dirinya mendapat informasi langsung dari putranya yang turut serta dalam pencalonan. Pun demikian, peserta itu berhasil memang kendati tanpa setoran.

“Waktu itu, anakku pulang ke rumah. Katanya, tim seleksi minta uang satu juta rupiah. Uang itu untuk oknum camat” kata sumber menjabat Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Merasa kenal betul dengan oknum camat, sumber segera menghubungi oknum camat lewat telepon. Menurutnya, mereka berbicara versi Bahasa Batak Toba.

“Ate camat… sadia porlu hepeng di ho? Dokkon ma. Alai awas, asa hubuka… Sanga dang lolos anakhi, bereng ma annon. Asa ditanda ho, au oppu ni (sumber-red)”  kata sumber.

Sumber menyebut, kenal betul dengan oknum camat. Apalagi, dulunya oknum camat masih senior di kala sumber  masih kerja di pemerintahan.  Hasilnya, memang putranya lulus.

Camat, Lamasi Sihombing membantah adanya setoran uang dalam seleksi. Tidak ada itu.  Saya tinggal enam bulan lagi nunggu pensiun. Tak pernah melakukan sedemikian. Dia juga  membantah adanya telepon terkait  ujian tersebut.

“Patudu ma halak na, ise na mandokhon i. Apa hutumbuk bohi na i” kata Sihombing. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.