- Advertisement -

Nikson Silalahi Selektif Tentukan Calon Wabup

Dairinews.com-Sidikalang

Bakal calon Bupati Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Nikson Silalahi menandaskan, sangat selektif dalam menentukan calon Wakil Bupati. Menghadapi pilkada, bahwa penentuan figur calon pendamping, mesti punya pengaruh signifikan mendulang suara. Masing-masing wajib  punya grassroot demi meraih  kemenangan.

Hal itu dijelaskan, Nikson usai penyerahan dokumen pendaftaran di DPC Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Jalan Sudirman Sidikalang, Senin (11/09/2017). Berkas diterima Ketua DPC PKPI Pana Akbar Simatupang didampingi Sekretaris John Tony Dabutar.

Nikson,  pengusaha asal Parongil Kecamatan Silima Pungga-Pungga berdomisili di Jakarta menerangkan,  kepribadian dan trackrecord calon Wabup perlu dipelajari. Ini penting agar dalam menjalankan roda pemerintahan, keduanya bisa sinergis. Jangan sampai terjadi keretakan yang berpotensi mengganggu tatanan pemerintahan di kemudian hari.

“Wakil Bupati seyogianya memahami posisi dan tanggung jawab. Karenanya pembagian kewenangan  penting didiskusikan dari awal” ujar alumni Teknis Sipil Universitas Sumatera Utara (USU) Medan  yang bergerak di bisnis pengadaan barang dan jasa. Dijelaskan, dirinya membangun komunikasi  intens dengan beberapa bakal calon Wabup.

Pengusaha muda berkepala plontos ini menambahkan, optimis  menjadi peserta kontestasi 2018.  Pertama, telah memiliki modal besar yakni   surat dukungan DPP Partai Gerindra berupa  ditandatangani Wakil Ketua DPP Hashim Djojohadikusumo. Selanjutnya, dia juga menerima mandat  agar menjalin komunikasi dengan beberapa partai.

Diterangkan, Gerindra memiliki 4 dari 35 kursi DPRD tingkat kabupaten. Dibutuhkan 3 kursi lagi guna mengusung 1 pasangan calon. Ini sangat menguntungkan.  Ketika parpol tertentu bertanya, partai apa yang sudah menjamin? Jawaban sudah ada.

Nikson merasakan, warga di perkotaan hingga desa sangat mendambakan perubahan. 3 tahun sosialisasi, dia dapat memetakan apa keluhan masyarakat di berbagai desa berikut solusi. Dia tidak mengalami kesulitan saat berinteraksi dengan penduduk.

Jargon  ‘Dairi Baru’ dipandang cepat direspons penduduk. Motto ‘Rap Tapature Hutan ta” diterima  berbagai kalangan. Artinya, pembangunan tidak  hanya bertumpu pada pemerintahan. Semua komponen baik masyarakat setempat  maupun intelektual di perantauan perlu diajak berontribusi.

Diutarakan, sukses  Sumatera Utara di era Gubernur Raja Inal Panggabean melalui  motto ‘Marsipature Hutanabe’ terbukti menginspirasi para donatur  membangun kampung halaman masing-masing.  (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.