- Advertisement -

Rayakan Ultah ke 55, Ini Alasan Kenapa Junimart Sangat Suka Tembang ‘Ayah’

Dairinews.co-Sidikalang

Anggota Komisi 3 DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Junimart Girsang,  selalu melantunkan tembang lawas bertitel ‘ayah’ yang awalnya dipopulerkan Eddys Silitonga, karya Rintho Harahap. . Kala bertemu komunitas abang becak beberapa waktu lalu, siswa dan guru SMPN 1 Sidikalang dan agenda lainnya —  lagu ini adalah favorit intelektual yang dilahirkan dari rahim  bunda Tamauhur Rosdiana boru Munthe, penduduk Jalan Sisingamangaraja, di seberang Gedung Nasional Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara.

Tembang ‘ayah’ juga dibawakan pada perayaan 55 tahun legislator tersebut dilaksanakan secara sederhana di JnR Resto Jalan RSU Sidikalang, Sabtu (09/06/2018) malam.

Adik pengacara kondang Juniver Girsang ini pun memaparkan kenapa dia sangat  suka  lagu ini. Menurutnya, di masa kanak-kanak, seusia SD dan SMP, dia terbilang bandal. Junimart bersama teman marga Pasaribu  pernah melempar polisi marga Simanjuntak lantaran tak diberi masuk nontonfilm  di bioskop Sarma. Atas perbuatan itu, mereka ditangkap.

Rekannya si Pasaribu adalah anak Ketua DPRD. Tak lama berselang, kawannya dilepas menyusul kehadiran ketua dewan. Dia tidak minta tolong kepada sang ayah, Sintua RK Munthe. Ketika dilepas Polres Dairi,  Junimart bertemu ayah di rumah.

“Bah, nungnga alua ho” kata RKY Munthe sebagaimana diulang Junimart.

“Nungnga (sudah-red)” jawab Junimart dengan nada acuh. Diutarakan, bila pulang dari Bandung mengikuti jenjang pendidikan SMA, Junimart bukannya lansung ke rumah. Dia memilih ke bioskop dulu.

Junimart kemudian bericerita soal aksi tangan gatal. Pengakuannya, dia bersama beberapa teman sering memindahkan merek toko. Misalnya, Amigo dipindah ke Roma, begitu sebaliknya.

Junimart Girsang bersama inong na burju Tamauhur Rosdiana boru Munte

Junimart   berkisah, tidak melihat kepergian sang ayah. Belanja bulanan biasanya memadai, dikirim separuh. Ada apa ini, kata dia. Ditelepon (model engkol)ke Sidikalang,  tak ada sahutan. Telegram juga tak dibalas.

Suatu hari kala masih di bangku SMA, dia balik dari Bandung  ke Sidikalang. Saat itu, dapat makanan enak tidak mudah. Junimart kepingin makan mie kuah restoran Sehat. Dia berdalih sakit perut. Lantaran pura-pura lemas, inong na burju (ibu-red) menanyakan kondisi badannya, lalu dijawab jawaban kurang fit. Sesudahnya, Rosdiana Munthe menyatakan kesediaan memenuhi perimintaan.

Keluarga termasuk Juniver berangkat dari rumah. Namun, Junimart heran, kenapa rombongan malah ke kuburan umum di jalan Sakti Sidikalang. Setiba di tanah wakaf, dia menengok salib bertuliskan dison maradian St RKY Munthe.

Junimart menyebut, dia bukan tipe cengeng. Baginya, realitas itu sukar diterima. Dia tak percaya jika sang ayah telah menghadap Yang Kuasa. Di hadapan ibu, dan saudara dia tegar. Rerumputan  di  sekeliling dibersihkan. Usai kegiatan, Junimart memutuskan pulang belakangan. Dan, saat itulah air mata pecah. Dalam kesepian, air mata  meluap tak terbendung.

“Saya rindu masa indah bersama ayah” kata Junimart. Kepada warga dan generasi muda, Junimart mengingatkan, senantiasalah  hormat dan sayang kepada orang tua. Patik palimahon ‘ingkon pasangaponmu nadorasmu’, laksanakanlah.  Orang tua adalah pelitamu!

Jangan lihat saya sekarang. Hidup ini penuh perjuangan. Tidak ada yang instant, kata dia.

Saat mengurai hak di atas, suasana ruangan berubah hening. Begitu lanjut bernyanyi titel ‘ayah’ hadirin memberi apllaus.

“Dimana akan kucari..

Aku menangis seorang diri

Hatiku selalu intin bertemu

Untukmu aku bernyanyi…

Untuk ayah tercinta

Aku ingin bertemu

Walau hanya dalam mimpi…”

Perayaan ulang tahun Junimart, juga digelar  bersama Kapolres Karo AKBP Benny Hutajulu, Kapolres Dairi AKBP Erwin Wiaya Siahaan dan Wakapolres Kompol Togu Matanari. Keempatnya menitup lilin diikuti pemotongan kue.

Acara alam ini sungguh istimewa. Bisa ulang tahun di kampung halaman, kata Junimart. Pejabat Mabes Polri Kombes Teddy Sahala Marbun, Kapolres Labuhan Batu AKBP Fridot Srumorang, Kapolres Pakpak Bharat AKBP Ganda Saragih dan pejabat lainnya menghadiri  agenda seraya menyampaikan happy birthday.

Beberapa pengusaha termasuk Hasiholan Sianturi (Acun) hadir di sana. Sementara pengurus DPC PDI Perjuangan nihil.  (D01)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.