- Advertisement -

Perusahaan Disarankan Bantu Penyediaan Sumur Bor Atasi Krisis Air

Dairinews.co-Parongil

Voluandi Simamora (36) penduduk Desa Siboras Kecamatan Silima Pungga-Pungga Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Rabu (26/12/2018) mengatakan, banjir bandang menerpa Desa Longkotan dan Bongkaras turut  menimbulkan ganguan serius bagi permukiman sekitar.

Iklancovid

Voluandi menyebut, 7 penduduk Desa Longkotan dan Bongkaras  dinyatakan hilang dan 5 diantaranya ditemukan meninggal dunia. Selain korban jiwa, problema serius adalah  krisis air bersih.

Bak penampung milik PDAM Tirtanciho terletak di hutan pecah dan pipa primer hancur. Akibatnya, distribusi air bersih ke permukiman terhenti total. Parongil, Bakal Gajah, Siboras, Siratah, Bongkaras, Longkotan, Lae Panginuman, Sumnbari dan Lae Pangaroan kesulitan air minum.

Voluandi mengapresiasi bantuan pemerintah dan perorangan guna penyediaan air lewat tangki. Menurutnya, PDAM Tirtanciho,  anggota DPR RI, Junimart Girsang, BPBD Sumut  sudah memberi langsung ke masyarakat. Dibenarkan, bupati terpilih, Eddy Kelleng Ate Berutu juga sudah turun ke lokasi dan berdialog dengan warga.

Salah satu hal yang perlu diatensi, ujar Voluandi, sebaiknya, metode pemberian bantua air lebih bermanfaat lama dan permanen. Dia berpendapat, pembangunan sumur bor jauh lebih berfaedah  dan menyentuh dalam waktu lama. Ini urgen demi kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Voluandi menyebut, sesungguhnya sejumlah perusahaan memperoleh keuntungan dari daerah ini, umumnya Kabupaten Dairi. Badan usaha milik negara, perbankan, perusahaan rokok, pupuk dan pestisida, telekomunikasi, bahan bangunan dan lainnya, dihimbau berkontribusi nyata. PT Dairi Prima Mineral (DPM) selaku pemegang kontrak karya pertambangan seng dan timah hitam di wilayah ini, sewajarnya membuka hati.

Menurut  Voluandi, penyediaan sumur bor dipandang lebih ideal. Kalau untuk perorangan, menyisihkan Rp10 sampai Rp15 juta, barangkali agak sulit. tetapi kalau atas nama perusahaan, uang itu cukup ringan.  Bila setiap perusahaan mau mengalokasikan, persoalan air relatif teratasi.

Terpisah, Kepala Desa  Tungtung Batu,  Abdul Rauf Cibro mengatakan, membeli 2 unit generator listrik berdaya rendah untuk menghisap air di sumur. Cara ini, sedikit membantu beban masyarakat.

Diutarakan, dia menyarankan masyarakat untuk tidak mengambil air di sekitaran jembatan. Sebab, tangga masih licin dan berlumpur. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.