- Advertisement -

Areal Pertanian Hancur, Warga Bongkaras Kehilangan Mata Pencaharian

Dairinews.co-Parongil

Warga Desa Bongkaras Kecamatan Silima Pungga-Pungga Kabupaten Dairi Sumatera Utara telah lepas dari problema krisis air bersih.  Persoalan tersebut diatasi lewat gotong royong.

Iklancovid

Korlina Simarmata (63) mengatakan, mereka bukanlah pelanggan  PDAM. Masyarakat di sana memanfaatkan sumber air minum sendiri yang dibangun pemerintah beberapa tahun lalu.  Konsumen membayar biaya pemeliharaan Rp4000 per bulan.

Banjir bandang menghilangkan 7 jiwa di Desa Bongkaras dan Longkotan, turut meluluhkantakkan jaringan air bersih, Selasa (18/12/2018).  Kondisi parah dimaksud dialami hingga 28 Desember 2018. Dan dalam tempo tersebut, penduduk berupaya keluar dari problema kesulitan air.

Buliater Munthe (59) didampingi istri brru Bancin mengatakan, uang kas diambil ditambah partisipasi masyarakat. Dana tadi dikumpul buat belanja pipa. Selanjutnya, pemasangan pipa ditangani secara gotong royong.            Kalau bantuan air bersih, kayaknya tidak perlu lagi.

TERTIMBUN: Areal persawahan tertutup batu, pasir dan kayu dampak banjir bandang di Desa Bongkaras Kecamatan Silima Pungga-Pungga Kabupaten Dairi Sumut, Kamis (03/01/2019). (Dairinews.co)

Buliater menyebut, masalah baru yang segera menghadang adalah ketersediaan pangan dan ekonomi. Dijelaskan, keluarga ini mengalami kerusakan lahan sawah 1 hektar terdiri dari 0,5 hektar milik keluarga dan 0,5 hektar berupa sewaan.

Bertani adalah mata pencaharian penduduk. Lahan itu  luluh lantak. Mungkin,  2 pekan mendatang, masyarakat bakal pindah meninggalkan  kampung. Sulit rasanya bertahan kalau hasil ladang tak punya.

Diakui, pihaknya menerima bantuan diserahkan sekretaris desa berupa 0,5 kilogram beras, 0,5 kotak air mineral gelas, 3 kg minyak goreng dan mie instan.

Alboin Sitorus penduduk Desa Lae Panginuman menjelaskan, areal pertanian di wilayahnya turut tersapu banjir bandang. Permukaan tanah berubah jadi serakan  batu dan gelimpangan kayu. Irigasi juga bobol. Padahal, Desa Sumbari,  Lae Panginuman dan Lae Pangaroan adalah sentra beras di kecamatan itu. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.