- Advertisement -

Kata Dubes Sitorus, Kopi Sidikalang Kalah Sama Lintong

Dairinews.co-Sidikalang

Duta Besar Indonesia untuk Timor Leste, Sahat Sitorus mengaku prihatin terkait realitas  Kopi Sidikalang. Dulunya  sangat terkenal sampai ke manca negara. Sekarang, makin redup.

“Kopi Sidikalang kalah sama Kopi Lintong” kata  alumni Fisipol  Universitas Sumatera Uara dibesarkan di jalan Batu Kapur Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara ditemani istri,  Bintang boru Sitangang dan adik bungsu, Rotua Sitorus, Jumat (17/01/2020).

Padahal, kalau bicara rasa dan aroma, luar biasa nikmat, ujar  alumni SD Katolik St Josef Sidikalang ini.

Itu disampaikan saat  diskusi ringan sembari ‘marsombu sihol’ dengan pengusaha  pembangkit listrik mikro hidro (PLTM), Acun Hasiholan Sianturi di jalan Pakpak.

Diutarakan, Acun adalah teman akrab sejak kanak-kanak. Mereka belajar Bahasa Inggris  mulai kelas 2 SD. Menemui  Acun  adalah urgen  bagi alumni SMAN 225 ini.

Dijelaskan, di berbagai restoran berkelas, menu disajikan adalah Kopi Lintong hasil Kabupaten Humbang Hasundutan, Kopi Sipirok dari Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kopi Gayo produksi Aceh. Malu rasanya, Kopi Sidikalang kayak tenggelam.

Kalau dicermati, sesungguhnya  daerah Humbang Hasundutan adalah tanah tandus.  Namun, semua berubah berkat komitmen kepala daerah mengembangkan potensi. Sektor pertanian digenjot dibarengi penyuluhan intensif. Dimana-mana tertengok hamparan  kopi menyejukkan mata.

Dia berharap, Pemkab Dairi benar-benar serius memberdayakan petani. Menurutnya, daerah ini adalah penyangga pangan bagi kebutuhan penduduk Kota Subulusalam, Kabupaten Aceh Selatan dan sekitarnya. Letak geografis sangat strategis terhadap perekonomian. Ini momen yang harus dimaksimalkan.

PULIHKAN KEJAYAAN

Di awal kepemimpinan, Bupati Eddy Kelleng Ate Berutu  menekankan bahwa pengembalian kejayaan Kopi Sidikalang adalah skala  prioritas. Lewat program 100 hari, dia membagi bibit kopi, pelindung, pupuk organik secara simbolis kepada pengurus kelompok tani .

Namun, pembagian  bibit itu sempat  terkendala  karena sesungguhnya, kontrak belum diteken rekanan dengan Dinas Pertanian Sumut.

Pada bagian lain, Menristek Dikti, Mohamad Nasir dan Eddy serta peabat terkait  menanam kopi di Taman Rekreasi  medio Agustus 2019.

Dari 40 bibit tersebut beberapa diantaranya mati dan lainnya  kerdil tak terurus. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.