- Advertisement -

Kadis Kominfo Dairi Batasi Pertanyaan Wartawan

Dairinews.co-Sidikalang

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Rahmatsyah Munthe  membatasi wartawan mengajukan pertanyaan di Balai Budaya Sidikalang, Rabu (5/8/2020).

Rahmatsyah hanya mengijinkan 2  wartawan menyampaikan pertanyaan usai  Bupati, Eddy Kelleng Ate Berutu memaparkan hasil perdamaian dan kesepakatan dengan Wakil Bupati Jimmy Sihombing di kantor Kementerian Dalam Negeri,  Senin (27/7/2020).

Beberapa wartawan sempat angkat jari ketika diminta siapa yang ingin bertanya. Namun Rahmatsyah berdalih,  pimpinannya punya agenda lain.

Pada  temu pers diikuti sekitar 25 orang itu, Eddy  memaparkan akan  membangun komunikasi dengan Jimmy dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan. Dia akan membuat surat keputusan tentang tugas dan kewenangan Wakil Bupati sesuai  undang-undang. Dirinya siap menerima saran dan masukan.

Diutarakan, pembinaan oleh Kemendagri memberi semangat dalam bekerja. Apalagi, mereka tidak memiliki latar belakang bidang pemerintahan.

Menurutnya, pasangan kepala daerah ini solid. Dia  berharap dukungan partai politik dan tokoh masyarakat dalam rangka percepatan pembangunan termasuk penanganan covid.

Diutarakan,  koordinasi Bupati dan Wakil Bupati masih dalam monitoring dan evaluasi Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Staf Khusus dan pejabat lainnya.

Sekretaris Daerah Leonardus Sihotang dan Asisten Pemerintahan Jonni Hutasoit turut dalam  kegiatan itu. Namun Jimmy tidak menyampaikan pendapat atau pandangan seputar  bimbingan yang diberi pejabat Kemendagri kepada mereka.

Ketika Eddy menyuguhkan  mikropon, dia mengembalikan dan tak menambahkan kalimat kepada penggiat media.

Sebagaimana diketahui , pasangan kepala daerah pecah kongsi secara terbuka, saat pelantikan ASN setingkat pejabateselon 2, Selasa (7/7/2020) . Kala itu, Jimmy hadir walau tanpa diundang lalu maju ke podium  mengungapkan tidak adanya koordinasi dirinya dengan Eddy. Sejak mutasi pertama, dirinya tak pernah dilibatkan.  Pemberitahuan pun tak ada. Dia tak tahu siapa pejabat yang dilantik.

Pecah kongsi itupun melebar hingga anggota Komisi 2 DPR RI, Junimart Girsang meminta Mendagri Tito Karnavian memanggil keduanya. Desakan ke Tito merupakan wujud  keprihatinan Junimart pada lemahnya leadership   Eddy-Jimmy.  Politisi itu  ingin keretakan segera diakhiri.

‘Tekanan’   legislator PDI Perjuangan itu direspons ditandai telegram Dirjen Otda kepada mereka. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.