- Advertisement -

2 Anak Ompu Kiles ‘Lumpuh’ di Kalsim, Bansos Dihentikan

#Akan Hapus Sablon Penerima PKH di Depan Rumah

Dairinews.co-Sidikalang

 Mintaria boru Habeahan (59) penduduk Dusun 5 Desa Kalang Simbara Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Kamis (2/9/2021) mengatakan, bantuan sosial dari Kemensos berupa beras sebanyak 10 kilogram  per bulan  telah dihentikan sejak Maret 2021.

Perempuan bergelar Ompu Kiles itu tidak tahu dasar penghentian. Ketika kartu dicek, isinya kosong.

“Mulai bulan Maret, ngak terima bansos yang Rp200 ribu lagi” katanya.

Diutarakan  biaya hidup keluarganya lumayan berat. Apalagi statusnya sudah janda. Sang suami, telah meninggal 20 tahun silam.

Diterangkan, dari 7 anaknya, 2 orang menderita lumpuh atau disabilitas. Kondisi terparah dialami Desmon Sinaga (38). Pria ini hanya bisa tergeletak di tikar. Tubuhnya lunglai. Makan dan minum harus disuapi karena tangannya tak berdaya.

Dijelaskan, gangguan kesehatan itu bukan bawaan lahir. Desman sempat sekolah hingga jenjang SMP.

Adik Desmon,  Dume Sinaga (22) sehari-hari duduk di kursi roda. Kakinya tak mampu menopang badan untuk berdiri. Si buah hati ini sempat mencicipi pendidikan di kursi SMP kelas 3. Diakui, belum pernah opname di rumah sakit menyusul kesulitan keuangan.

“Saya ingin, anak saya bisa berjalan” kata Ompu Kiles. Sebelumnya, pengobatan dilakukan ke bidan atau therapis. 

Ompu Kiles menyebut,  Bupati, Eddy Kelleng Ate Berutu dan Camat Sidikalang Robot Manulang telah berkunjung ke rumahnya. Dia sudah menyampaikan keluhan seputar pemutusan bansos. Kartunya juga dipegang Manullang. Namun hingga kini, belum ada solusi konkret.

Dibenarkan, anaknya memiliki KTP setelah kunjungan Eddy. Namun terkait bantuan kepada penyandang disabilitas belum pernah ada uliran pemerintah. Ditandaskan, Derita itu bukanlah  kemauannya.

“Olo nama sesaonhu tulisan na di jolo jabu on. Ai dibahen au penerima PKH dohot keluarga sangat miskis. Hape soadong be ro bantuan” kata Ompu Kiles.

Di balik beban berat, Ompu Kiles  menjelaskan, mendapat perhatian dari Parsadaan  Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru (PPTSB) Kabupaten Dairi. Ketua PPRSB, Antonius Sinaga dan Sekretaris Saut Sinaga serta pengurus lainnya menyampaikan kepedulian. Pengurus mendirikan kios buat Dume guna dipakai sebagai tempat jualan makanan ringan. Organisasi sosial budaya dan  kemasyarakatan tersebut memberi modal. Usaha dimaksud lumayan untuk  mengisi waktu Dume.

Camat mengatakan, dari 5 pemegang kartu BPJS di rumah Ompu Kiles, hanya2 yang aktif. Dia sudah tanya ke kantor BPJS. Diperoleh keterangan, diputus dari pusat.

Seputar bansos (program keluarga harapan), sudah ditanyakan ke tenaga pendampng. Sedang diverifikasi dan validasi. (D01)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.