- Advertisement -

Belum Ada Perubahan, Jalan Lae Luhung- Sinar Pagi ‘Hancur’

Dairinews.co-Sidikalang

Jalan menghubungkan Simpang Desa  Pardomuan- -Desa Lau Luhung- Logan-Lae Haporas Kecamatan Siempat Nempu Hilir hingga ke Desa Sinar Pagi Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Sumatera Utara ‘hancur-hancuran’. Kondisinya mengerikan dan rawan bahaya kecelakaan.

Rosmawaty Pandiangan penduduk Simpang Lae Luhung menyebut, di dekat rumahnya, badan jalan ambles hingga tinggal 1 meter. Panjang longsoran sekitar 50 meter.

Lapisan aspal habis hingga berubah kerikil lepas di Desa Lae Luhung Kecamatan Siempat Nempu Hilir Kabupaten Dairi

“Kalau hujan deras, saya pindah ke rumah mama. Takut, rumah tersapu luapan air. Titik longsor berada beberapa meter di bawah kediaman” kata Rosmawaty.

Dijelaskan, drainase di lingkungannya buruk. Bila hujan mengguyur, saluran berubah mirip luapan sungai. Kalau bisa, di hulu dipasang saluran untuk membelah aliran.

Menurutnya, kerusakan infrastruktur sudah terjadi sejak tahun 2018. Hingga kini, belum ada langkah nyata pemerintah. Kalau yang foto-foto dan ukur mengukur sudah banyak. Tetapi hasilnya entah  dimana.

Agar  kendaraan bisa lewat, masyarakat bergotong ropyong setiap bulan  memperkeras  beram jalan. Kalau tidak, sudah lonyot.

Terpisah, Kepala Dusun 6 Lae Maromas Desa Lae Haporas, Hendrikus Pandiangan mengatakan,  fasilitas transportasi di kawasan permukiman dan sentra pertanian itu sudah lama rusak.

Kondisi buruk tersebut mempengaruhi banyak hal termasuk aspek perekonomian. Harga jual durian lebih murah Rp2000 per angkat. Begitu juga pisang, terpuruk Rp2000 per tandan.  Hasil tani terpaksa dilangsir pakai along-along. Kalau mobil pick up, sopir harus berpikir panjang karena berpotensi kerusakan onderdil.

Hendrikus mengutarakan, biaya paket sound system mencapai Rp4,5 juta dari Pardomuan. Itu turut dampak negatif jalan hancur.

“Belum ada perubahan. Bertahun-tahun rusak tetapi tak kunjung dibenahi. Saya tak salah pilih karena tidak pilih Eddy-Jimmy di pilkada” ujar Husor Sinaga bergelar Ompu Ketrin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Anggara Sinurat mengatakan, akan berkoordinasi dengan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Diupayakan ditangani tahun 2022. (D01)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.