- Advertisement -

Lukas Sidabariba Dibunuh 3 Abang Beradik

Dairinews-Sidikalang
Kasus pembunuhan menewaskan Lukas Sidabariba (30) penduduk Desa Silalahi 1 Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Rabu (3/8/2016) terjawab sudah. Nyawanya tamat di tangan 3 pria yang tak lain adalah abang beradik. Pelaku dan tersangka adalah ‘mardongan tubu’ namun sudah jauh dari sisi kekerabatan.

Kapolres Dairi melalui Kasubbag Humas, Iptu Manusun Hutasoit di Sidikalang, Jumat (5/8/2016) mengatakan, sebelumnya, tersangka sudah sering cekcok dengan korban. Ketiganya adalah Dar S (30) penduduk Desa Silalahi 3, Dos S (40) beralamat di Desa Silalahi 1 dan Dak S (35) tinggal di Desa Silalahi 1.

Dari hasil pemeriksaan saksi, kata Hutasoit, patut diduga terjadi pembunuhan berencana. Sebelum melampiaskan amarah, ketiganya terlebih dahulu kumpul di salah satu lapo (warung-red) sembari mencari-cari Lukas. Tak lama kemudian, ketiganya melaju naik sepeda motor jenis Vega R ke arah perladangan di Pulo Gundur, masih tetap wilayah Desa Silalahi 1. Dan, masing-masing membawa senjata tajam.

Di ladang itu, korban ditemui dalam posisi duduk sedang 4 pekerjanya mencangkol. Seorang diantara tersangka bertanya, mananya tanah yang bermasalah itu? Sesaat kemudian,lehernya dibacok Dar S pakai parang mirip samurai sebanyak 1 kali.

Korban kemudian lari menyelamatkan diri ke arah aspal di Batu Tinjang. Karena pendarahan berat, Lukas terjatuh namun masih bernafas. Tersangka pun mengejar. Dos S memegang tangan kiri Lukas sedang Dak S berdiri di belakang korban dan Dar S memegang tangan kanannya. Walau berlumuran darah, Dar S menusukkan samurai ke rusuk kanan Lukas.

Pada saat bersamaan, seorang pengendara yang juga teman sekampung menyaksikan kesadisan. Saksipun mempertanyakan, apa yang mereka perbuat. Tetapi, kehadiran saksi bukan menciutkan kebringasan. Saksi itu malah dikejar. Korban berusaha mencabut pedang yang lengket di rusuk, namun dilawan Dar S. Akibatnya, tangan Dar S terkena sayatan.

Dalam situasi krisis, Lukas kembali berusaha menyelamatkan diri. Pun demikian langkahnya terus kandas akibat dikejar tersangka. Korban akhirnya tewas di dekat anak sunggai. Leher korban juga tembus tikaman.

Sesudahnya, ketiganya menghilangkan jejak. Mereka lari ke arah hutan di Aek Sipaulak Hosa. Sepeda motor tadi ditinggal. Tersangka sembunyi lalu berpencar.

Menurut Hutasoit, Dar S diserahkan keluarga kepada Wakapolres Kompol Marojahan Siahaan sedang Dos S dan Dak S dijemput polisi di Portibi Kecamatan Merek Kabupaten Karo, Kamis (4/8). Keluarga dipandang kooperatif. Pemeriksaan pun dimulai malam hari.

Guna kepentingan penyidikan, kata Hutasoit, sebilah pisau diamankan bersama pakaian korban serta sepeda motor. Samurai itu, masih dalam pencarian Polsek Sumbul.

Seputar motif, Hutasoit menyebut, ada muatan dendam lama dan persoalan tanah. Beberapa tahun lalu, keluarga kedua pihak juga pernah terlibat kekerasan berupa main tikam. Ditanya apa yang dilakukan 4 pekerja tani saat Lukas dihajar, Hutasoit menyebut, saksi ketakutan. Pun demikian, dalam pemeriksaan polisi, kata Hutasoit, Dar S mengaku sebagai pelaku tunggal. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.