- Advertisement -

Jika Terpilih, Calon Penasihat KPK Ini Siap Mundur dari PDIP

Jakarta – Pansel Penasihat KPK menggali soal latar belakang para calon, termasuk afiliasi partai politik. Salah satu calon yaitu Antonius Manurung mengaku merupakan kader PDIP namun siap mengundurkan diri bila nantinya terpilih jadi penasihat KPK.

Hal itu terungkap dalam seleksi wawancara calon penasihat KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (26/3/2017). Panitia seleksi terdiri dari Imam Prasodjo sebagai ketua, Mahfud MD, Saldi Isra, Busyro Muqoddas dan Rhenald Kasali mewawancarai calon satu persatu.

Busyro bertanya soal partai politik tempat Antonius bergabung. Antonius mengatakan dia merupakan anggota PDIP dan akan mundur jika nantinya jadi penasihat KPK.

“Saya katakan tadi saya akan mengundurkan diri. Dan saya akan mewujudkan agar komitmen ideologis tidak punah. Komitmen ideologis adalah ideologi kebangsaan, Pancasila (di KPK). Sementara di partai komitmennya berbeda lagi, belum tentu ideologis tadi,” kata Antonius.

Imam Prasodjo kemudian menanyakan komitmen partai berlambang banteng ini memberantas korupsi. Antonius lalu menyampaikan pandangannya.

“Sampai sejauh ini PDIP masih punya komitmen menghindari korupsi secara institusi. Misalnya ada pemecatan sebagai anggota jika terbukti korupsi. Jumlahnya ya relatif banyak,” ujarnya.

Antonius juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Ia menyebut hal itu sebagai bentuk pengalaman yang membuatnya menyadari kekuatan politik uang dan mendorongnya bergabung dengan KPK.

“Saya hanya bereksperimen. Dan ternyata kekuatan uang atau money politic masih sangat kental memengaruhi perilaku para caleg dan masyarakat. Banyak nilai-nilai bertentangan yang saya dapat. Masyarakat sangat sulit sekali kalau bicara soal idealisme, namun lebih ke realistis ‘wani piro?’, seperti itu. Saya tidak bisa menembus ruang itu,” papar Antonius.

Imam Prasodjo sempat menanyakan masalah sistemik korupsi yang terjadi di PDIP. Antonius mengatakan dia berupaya membangun dialog, namun dia sendiri tidak masuk dalam struktur partai.

“Secara sederhana (saya berupaya) membangun diskusi dan dialog. Krn posisi tidak struktural jadi pergerakan saya terbatas,” jawabnya. (detik.com)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.