- Advertisement -

Sertijab dari Pjs ke Pjs Dirut PDAM Tirtanciho

Dairinews.com-Sidikalang

Top manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanciho Kabupaten Dairi Sumatera Utara berganti. Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama Rafael Ginting menyerahkan posisi dimaksud kepada Pjs Dirut Walhin  Munthe. Agenda dilangsungkan di ruang lembaga tersebut jalan RSU Sidikalang disaksikan unsur pemerintahan dan staf, Jumat (04/08/2017).

Munthe berharap, Rafael tetap memberi hati bagi kemajuan perusahaan. Di tangan Rafael, berbagai perubahan telah dirasakan. Diantaranya perbaikan pelayanan dan penyehatan keuangan.

Pun demikian, Munthe menyebut, ketersediaan air baku merupakan persoalan serius dihadapi Tirtancho.  Musim kemarau 2 bulan terakhir mengakibatkan penyusutan hingga 30 persen. Dia berharap, semua komponen menyamakan persepsi seputar  pemulihan kawasan daerah tangkapan air. Diakui, hutan di sekitar DTA banyak berubah fungsi menjadi perladangan.

Rafael mengatakan, selama bekerja 9,5 tahun sejak Maret 2008  — dia telah berusaha keras membenahi perusahaan. Kalau dulu, Tirtanciho berkantor di belakang gedung dewan dengan kondisi ruangan sempit. Berkat usulan kepada Bupati MP Tumanggor,  sekretariat dipindahkan ke alamat sekarang.

Jumlah pelanggan menunjukkan peningkatan dari 3000 menjadi 16 ribu keluarga. Pihaknya telah menggiring dana pembangunan hingga ratusan milliar rupiah melalui Dirjen Sumber Daya Air  Kementerian PUPR. Berbagai kegiatan pemasangan instalasi sedang dikerjakan tahun ini mengandalkan dana pusat.

Dari aspek finansial , papar Rafael, sesungguhnya keuangan perusahaan masih morat marit. Hampir collapse. Karenanya salah satu solusi adalah mendorong  Kementerian Keuangan menghapus utang yang diterima sejak tahun 1993 sebesar Rp16,5 milliar. Dan, permintaan tersebut sudah disetujui. Sekarang, Tirtanciho tak punya utang. Bersih.

“Berdasarkan audit akuntan publik,  Tirtanciho meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sejak tahun 2009. Kalau Pemda macam pesta pora lantaran meraih  WTP 2 tahun belakangan, Tirtanciho malah sudah jauh-jauh hari” kata Rafael. Yang audit  akuntan publik dari Jakarta, bukan dari Lae Pondom, kata Rafael lagi

Rafael menyisakan rasa prihatin. Sebab, penghasilan karyawan masih pada posisi 55 persen dibanding gaji pegawai negeri sipil. Diperlukan dukungan Bupati selaku pemilik perusahaan. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.