- Advertisement -

Johnny Sitohang: Sekda, Panggil Sekdes!

Dairinews.com-Sidikalang

Bupati Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Johnny Sitohang diwawancarai di gedung DPRD di jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Rabu (13/12/2017) menandaskan,  sekretaris desa dan perangkat pemerintah daerah tidak boleh menjadi peserta bedah rumah.

Iklancovid

“Tidak boleh itu.  Program bedah rumah hanya untuk keluarga tidak mampu. Keluarga  miskin” tandas Sitohang.

Ditanya tentang keikutsertaan Sekretaris Desa Parbuluan IV Kecamatan Parbuluan  berinisial JS diuga mendapat alokasi Rp15 juta dimaksud, top manajemen ini memerintahkan Sekretaris daerah Sebastianus Tinambunan segera memanggil oknum bersangkutan.

“Panggil Sekdes itu. Segera!”  tandas Sitohang. Apalagi kalau istrinya kerja di Puskesmas, mana boleh kebagian.

Sitohang menerangkan,  kegiatan bedah rumah merupakan upaya  pengentasan  kemiskinan. Sebagian pembiayaan diperoleh dari APBD dan lainnya  APBD. Dibenarkan, ada persuaratan menjadi peserta. Diantaranya  surat kepemilikan tanah. Kalau bukan  tanah sendiri, sepertinya sukar disertakan  dalam program ini.

Sebagaimana disiarkan, oknum Sekretaris Desa Parbuluan IV berinisial JS  mengaku turut memperoleh sentuhan dimaksud. Istrinya bekerja sebagai bidan di Puskesmas. Menurutnya, dia bukan miskin tetapi tidak mampu. Di desa itu, pengusaha tertentu dan pendeta disebut-sebut   terdata ikut bedah rumah. Sementara kediaman itu tidak mereka  tempati.

Bungaria boru Nainggolan, janda na pogos jong bermukim di Dusun 1 Sigalingging —  sekitar 1 kilometer dari kantor camat tak tercatat sebagai peserta bedah rumah. Dia tak tak dapat raskin maupun BPJS ditalangi APBD. Perempuan ini tinggal di gubuk derita berlantai tanah berukuran 3 x 3 meter.  Atap bocor dan keropos dan dinding lapuk. Kediaman itu tanpa kamar dan kamar mandi.  Untuk mendapatkan rupiah, Bungaria kerja upahan ke ladang warga. Ia dibayar Rp50 ribu per hari. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.