- Advertisement -

Mohon Bantuan, Christine Sinaga Tergeletak 12 Tahun Sejak Dilahirkan

Dairinews.co-Sitinjo

Sofia Kudadiri penduduk Jalan Lae Sirambon Desa Sitinjo Induk Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Minggu (13/01/2019) mengatakan, membutuhkan uluran tangan guna pembiayaan pengobatan putri bungsu, Angelina Christine Sinaga.

Iklancovid

Dijelaskan, sejak lahir hingga usia 12 tahun, Christine hanya bisa tergeletak di tempat tidur. Kepala tak bisa diangkat. Badan tak mampu digolekkan. Bicara juga tak mampu, demikian organ tangan tak sanggup difungsikan sebagaimana biasanya.  Dari sisi postur tubuh  jelas  jauh tertinggal dibanding  teman sebaya.

Sofia mengatakan, paha anaknya membengkak tanpa tahu apa penyebab.  Gangguan lain,  putrinya sering demam di kala pergantian cuaca. Bila musim hujan beralih ke kemarau, Christine selalu demam. Begitu sebaliknya.

Selanjutnya, jika suara petir menderu,  sering kejang selama 5 menit. Barangkali, jantung juga lemah. Sangat mencemaskan bila penyakit kambuh.

Kartini tangguh ini hanya memakai bahasa syarat dengan si buah hati tercinta.

Sofia menjelaskan, sebenarnya, awal kelahiran dirasa mormal. Keganjilan mulai  dirasakan  saat beranjak usia   4 bulan. Pada umur sedemikian, biasanya bayi mulai membalikkan badan, atau biasa disebut ‘manungkap’. Namun nyatanya, Christine tak berdaya.  Tahunya hanya menangis dan merintih.

Menyusul kesulitan keuangan, keluarga membawanya berobat ke RSU Sidikalang pada usia 7 bulan. Penjelasan medis,  Christine mengalami gizi buruk. Selain  itu, orang tua mendengar istilah mirip Bahasa Latin, namun tak diurai dokter, apa maksudnya.

Ditambahkan, informasi yang diperoleh, diduga, ada masalah dalam kandungan.  Mungkin, air ketuban sempat terhirup hingga masuk ke bagian otak.

Sofia menyebut, keluarga tersebut masuk dalam kategori miskin. Mereka hidup di rumah kontrakan. Sebagian penghasilan rumah tangga disandarkan pada ladang kopi sewaan sebanyak 400 batang. Sang suami, Lambas Sinaga harus peras keringat buat memenuhi kebutuhan hidup.

Dikatakan, sebenarnya, pemerintah sudah memberi perhatian. Pihaknya memiliki kartu Jamkesmas. Dan, beberapa waktu lalu, menerima 1 unit kursi roda dari Dinas Sosial. Sayangnya, kursi itu tak banyak manfaat sesuai kondisi fisik.

“Kalau masih bisa dibantu pemerintah, tolonglah, biar anak kami bisa dibawa berobat ke Medan” kata Sofia. Dia juga mendamba uluran  masyarakat maupun lembaga lainnya. Andai rintihan ini sampai ke Presiden Joko Widodo, saya mohon diringankan, kata dia lagi.

GIGIH

Walau punya beban berat, kata Sofia, dia masih bersyukur. Anaknya dipandang santun dan gigih menimba ilmu.

Sementara itu, Linda Yosephine Sinaga (20) menerangan, sangat mengasihi adiknya. Mereka berusaha membuatnya tersenyum.

Linda mengatakan, saat ini dirinya mengikuti kuliah di Fakultas Bahasa dan Seni  Universitas Negeri Medan lewat jalur bidik misi. Dengan demikian, uang kuliah dan biaya hidup ditanggung pemerintah. Dia berusaha segera menyelesaikan.

Sementara anak sulung, Lady Theresia Sinaga kuliah di perguruan tinggi swasta di Jakarta. Seluruh biaya ditalangi sendiri melalui kerja di perusahaan.          Adiknya, Deva Daniel Sinaga Parulian Sinaga duduk  di bangku SMKN 1 Sidikalang.

Linda menyebut, menghaturkan banyak terima kasih andai pemerintah maupun warga dan pihak terkait peduli demi kesembuhan  Christine.

Terpantau,  fisik Christine sangat kerontang. Pun begitu, Sofia tertengok mencurahkan  kasih sayang. Setetes demi setetes air minum diarahkan pakai sendok ke mulut putrinya. Roti terlebih dahulu dibubur sebelum disuap.

Penuturan Sofia, waktunya banyak tersita demi merawat putrinya. Karenanya, keuangan keluarga terbilang payah. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.