- Advertisement -

Video: Sekilas Sang Fenomenal dr Sabar Panggabean SpB

Dairinews.co-Sidikalang

dr Sabar Panggabean (63) tenaga medis kelahiran Jalan Simalungun merupakan  tokoh fenomenal di Kabupaten Dairi Sumatera Utara.

Fenomenal karena apa? Tentu karena ketulusan melayani masyarakat.  Tak boleh dengar pasien mengeluh lantaran ketiadaan ongkos. Bila rintihan tersebut sapai ke telinganya,  sebagian uang disaku dirogoh lalu diserahkan ke pasien.

Begitu juga jasa medis yang ia terima, sebagian dibagi-bagi kepada perawat dan tenaga honor di RSUD Sidikalang.

Di tengah berbagai peluang untuk mencari kekayaan lewat profesi dokter, alumni SD Teladan Sidikalang justru mengedepankan nilai-nilai sosial dalam menangani pasien. Menurutnya, manusia adalah ciptaan Tuhan paling suci yang harus diperlakukan terhormat.

Pasien harus dilayani tanda diskriminasi,tanpa memandang status sosial dan ekonomi. Menurutnya,  sentuhan dan senyum adalah terapi mempercepat pemulihan. Dia selalu mengawali doa  pada setiap sentuhan pasien.

Dokter adalah profesi yang diberi Tuhan untuk berbuat yang terbaik bagi sesama. Menjadi dokter jangan sesekali orientasi kekayaan karena pekerjan ini telah diawali pengambilan sumpah, kata alumni SMPN 1 Sidikalang itu, Rabu (2/12/2020).

Dokter adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk membantu rakyat. Syukurilah bila  terpilih menjadi tenaga meds. Todak semua orang bisa jado dokter, perawat dan sejenisnya, kata dia.

Sabar berkisah seputar tantangannya ditempatkan di daerah terpencil di Salak, yang kini menjadi wilayah Kabupaten Pakpak Bharat. Penempatan ke sana memang permintaan pribadi.  Selain  melayani pasien, dia  mengedukasi warga untuk menjadi kader pos yandu dan lainnya. Dia juga meluangkan waktu untuk mengajar di sekolah. Kala itu,  guru enggan datang. Berkat pengabdian dan komitmennya,  suami dari Theresia boru  Pangaribuan ini  didaulat sebagai dokter teladan. Kendati tak memiliki harta terbilang ‘wah’, Panggabean menyebut senang. Sebab hal utama adalah bagaimana bermanfaat bagi lingkungan  dan memberi waktu memuji Tuhan.

Kebanggaan sebagai tenaga medis dirasa bila pasien  sudah bersemangat dan berhasil sembuh.

Ditambahkan, saat masih energik, dia kerap terjun dalam missi kemanusiaan. Diantaranya menangani masyarakat saat konflik Maluku dan Tsunami Aceh. Juga bergabung bersama Yayasan Budha Tsu Zci. (D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.