Bupati Franc Tumanggor Temui Wartawan Tanpa ‘Totot-Totot’ di Sidikalang

Dairinews.co-Sidikalang

Bupati Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara, Franc Bernhard Tumanggor menyapa dan menemui wartawan di warung kopi  Daniel Tarigan di seberang Kantor Bupati Dairi Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Selasa (8/6/2021).

Kehadirannya bikin kaget, apalagi tanpa pengawalan ketat  dan jauh dari kesan protokoler.

“Habis dari acara di kejaksaan tadi. Terus, teringat  masa lalu” kata Franch. Dia menuturkan, kala ayahnya MP Tumanggor menjabat Bupati Dairi, ia sering disuruh beli rokok atau copi sesuatu ke seberang rumah dinas.

“Ngak pakai totot-totot (mobil pengawal bersirene),” kata wartawan yang juga Ketua Indonesia Corruption Watc (ICW) Dairi-Pakpak Bharat. Wartawan lain menyebut, tidak pakai ngiuk-ngiuk.

Mobil dinasnyapun tahun lawas, timpal Bobby Manik. Kesederhanaan Franc tak jauh beda dengan MP Tumanggor. Ayahnya dikenal dekat dengan semua komponen dan senantiasa mempererat persatuan. Komunikatif dan mudah ditemui. Franch dipandang tidak terkejut badan atas jabatan.

Franc menyebut, tidak memakai kendaraan dinas sebagaimana lajimnya lantaran merasakan derita rakyat. Jangan sampai, penduduknya susah tetapi pejabat bermewah-mewah.

Buat apalah pakai mobil pegawal Dinas Perhubungan di Pakpak Bharat. Kan sepi? Sekali-sekali naik kereta. Biar enak bicara dengan warga, katanya.

“Saya ini ibarat kepala desa. Tinggalnya di desa. Jadi mesti hemat penggunaan anggaran” kata dia. Menurutnya, penggunaan Patwal Dishub punya batasan. Tidak boleh keluar dari wilayah. Kalau dipakai, itu melanggar.

Menurutnya, jabatan mesti bermanfaat buat rakyat. Bupati itu, cuman 3 atau 5 tahun. Sesudahnya kembali ke rakyat. Bagaimana kita menjadi berkat bagi sesama, itulah salah satu tanggung jawab kepala daerah.

Apakah tampilan sederhana merupakan pesan sang ayah? Pemuda hobby balapan ini  menyebut, memang demikian adanya. Dirinya tidak punya beban. (D01)

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.