- Advertisement -

Horee….Kolam Ikan Disulap Jadi ‘Kolam Jagung’

Dairinews-Berampu
Balai Benih Ikan (BBI) Bantun Kerbo di Desa Sumbul Kecamatan Berampu Kabupaten Dairi Sumatera Utara berubah fungsi. Asset milik pemerintah itu sesungguhnya kaya pasokan air buat pengembangan benih ikan namun justru dijadikan ‘kolam jagung’. Tanaman yang tumbuh terlihat ‘kurang gizi’ berwarna pucat.

Di beberapa titik, dinding berupa pematang kolam pun retak-retak dan dispot lainnya malah dibobol. Pantauan wartawan, tanaman jagung telah dipanen beberapa waktu lalu dan kini memasuki penanaman lanjutan.

Sementara itu, beberapa kolam berisi air, diduga minim benih. Ikan indukan berukuran besar jarang tertengok sebagaimana lajimnya di lokasi pembenihan. Hanya tertengok 1 kotak di tengah kolam berukuran 1 x 2 meter berisi bibit ukuran sekitar 2,5 sentimeter. Secara umum, kawasan tersebut terkesan jauh dari perawatan.

Semak belukar mengelilingi balai. Bahkan, rumput tumbuh subur di depan pintu ruangan. Plafon jebol. Di salah satu ruangan berukuran besar, atap tertengok ‘hubar-habir. Kendati dibangun permanen harta pemerintah itu sekilas mirip ‘kehilangan tuan’. Pagar di depan plank BBI mengarah jalan umum juga dipakai jadi jemuran kain lap.

Pada sidang paripurna DPRD beberapa waktu lalu, Wakil Ketua dewan, Ir Benpa Hisar Nababan berpendapat Dinas Pertanian sebaiknya ditutup saja. Peran lembaga ini tidak berpengaruh nyata bagi pembangunan agribisnis. Sayang sekali, uang digelontorkan banyak-banyak tetapu dampaknya sangat minim. Tentang perikanan, kepada wartawan diutarakan, toh bibit ikan ke Danau Toba di Desa Silalahi-Paropo dibeli petani dari toke.

“Las ise pe disukkun, pasti didok. Dang bibit na sian pertanian dipakke pardekke nadi huta Silalahi-Paropo” kata Benpa. Legislator ini heran, jangan-jangan, ikan besar dibeli ketika mau kunjungan tim pemeriksa. Kalau betul dikelola seyogianya, Dairi sudah kaya raya. Air cukup namun perikanan tak jua bangkit. Padahal 15 kecamatan punya irigasi.

Ditutup saja dulu 2 tahun. Tak usah dikasih anggaran. Kita buktikan, bahwa rakyat bisa bangkit tanpa Dinas Pertanian. Mendingan anggaran dialihkan untuk skala prioritas lainnya. Ketika itu, Herlina bolak-balik ke podium memberi penjelasan namun tak juga mampu meyakinkan Benpa.

Petani keramba jagung apung (KJA) di Desa Silalahi Kecamatan Slahisabungan mengatakan, tak mau menerima ikan bantuan Pemkab Dairi. Kalau dipelihara tak bakalan besar. Lagian, jumlah yang diterima tidak sesuai dokumen yang ditandatangani. Petani menyebut, toke menyediakan benih ikan nila dan pakan untuk anggota kelompok.

Seorang petugas, saat ditanya apa alasan penanaman jagung enggan memberi penjelasan. Sungkun hamu ma tu halak i, bah. Dang niantusan i, katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Herlina Tobing dikonfirmasi di depan rumah sakit umum Sidikalang, Kamis (1/9/2016) mengatakan, tidak tahu tentang perubahan peruntukan tadi. Sudah lama tidak ke BBI. BBI yang mana, tanya dia.

Sudah lama saya tidak ke BBI Bantun Kerbo. Masya kolam dibikin jagung, kata dia balik kepada wartawan. Apa jagungnya baru tanam, tanyanya lagi. Dia pun menelepon staf untuk bertemu wartawan esok harinya.

“Besok kita jumpa di kantor, ya?” kata Herlina.(D01)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.