- Advertisement -

Proyek Air Bersih di Lae Hole 1 Diduga Gagal

Dairinews-Lae Hole

Salah satu proyek pembangunan air bersih di Dusun 3 Desa Lae Hole 1 Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Sumatera Utara  tahun 2016 diduga gagal. Ai soadong manetek aek na…Hape, nungnga masuk tu bulan dua  taon dua ribu sappulu pitu.

Marulak Siahaan, Ketua Indonesia Corruption Watch Dairi-Pakpak Bharat saat meninjau fasilitas infrastruktur tersebut, Rabu (08/02/2017)  mengatakan, seyogianya, pembangunan sarana umum harus disertai perencanaan yang matang. Kalau mau bikin air bersih, harus dikaji. Sungkup do aek na? Di ari logo songon di balga na? Dungi di ari parudan songon dia muse? Apala naumporlu, di logo ni ari ma dipareso asa tarboto boha balga na. Ai molo soading tekanan, songon dia parsahat na tu dongan huta?

Menurutnya, debit air di hulu  sangat tidak memadai guna dijadikan sumber pasokan. Kondisinya, pipa utama lebih tinggi dibanding permukaan air di bak penampungan atau recervoar. Dia memprediksi , bangunan dimaksud bakal mubazir.

TAK MENETES: Air tak menetes di pipa di depan rumah penduduk di  Desa Lae Hole 1 Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Sumut, Rabu (08/02/2017). (dairinews)
TAK MENETES: Air tak menetes di pipa di depan rumah penduduk di Desa Lae Hole 1 Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Sumut, Rabu (08/02/2017). (dairinews)

Di sisi lain, dia mempertanyakan konstruksi bak penampung tanpa dinding. Diduga, sumber air juga diharapkan dari tetesan di sekitar pebukitan. Sehubungan itu, patut juga dipertanyakan, sejauh mana  tanggung jawab  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  selaku SKPD  pendamping.

Kepala Desa, Jalima Siboro menerangkan, jumlah  dana desa 2016 Rp Rp761.020.000. Dari besaran tersebut, Rp322.158.000 dialokasikan untuk penyediaan air bersih.  Sumber air diambil dari 2 titik. Menurutnya, air sudah jalan. Di sekitaran rumah tersedia hidran. Di hari mendatang  bakal sampai ke rumah.

Komandan Pengendali yang juga Inspektur Pembantu Wilayah 2  Inspektorat Pemkab Dairi,  Amper Nainggolan didampingi staf Edy Sihotang menyebut Desa Lae Hole 1 merupakan sampel monitoring.  Hanya saja, fokus  peninjauan adalah pembukaan jalan. Proyek air bersih tak turut serta dalam agenda.

Andai tak berfungsi,  kepala desa harus bertanggung jawab untuk merealisasikan sesuai  rancangan anggaran biaya (RAB). Kan di situ ada besaran biaya dan gambar. Nah, harus dipedomani serta diwujudkan.  Jika tak bermanfaat, bukan berarti fiktif. Tetapi, memang  berpotensi total loss. Nilai kerugian senilai alokasi anggaran. Info tersebut menjadi atensi inspektorat guna ditindaklanjuti.

Bila saja masuk tahap pemeriksaan, nilai kerugian mesti  dikembalikan dan disetor  ke kas desa. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.