- Advertisement -

Tersangka Penganiaya Terulin Ginting Hingga Tewas Ditangkap

Darinews.com-Sidikalang

Langkah seorang pria berinisial  KM (58) penduduk Desa Harapan Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi Sumatera Utara menghindar dari pertanggungjawaban hukum berhenti sudah. Dia ditangkap tim Reserse Polsek Tanah Pinem Polres Dairi Sumatera Utara dari persembunyian di Desa Aek Nagale Kecamatan  Bandar Pulau Kabupaten Asahan, Selasa (21/11/2017) sekira pukul 13.00 Wib.

Kapolres AKBP Januario Jose Morais melalui Kasubbag Humas Ipda Hardi Sianipar menerangkan, KM diduga tersangka penganiayaan mengakibatkan  Terulin beru Ginting meninggal dunia. Peristiwa tersebut terjadi, Jumat (10/11/2017)  belum lama ini.  Korban ditemukan tak bernyawa di perladangan miliknya di Lau Ketapul Desa Lau Mnciho.

Jelang keberangkatan ke ladang, kata Sianipar, saksi Nande Jamsen Sembiring sempat menengok korban menjemur biji coklat di depan rumah korban. Namun hingga petang hari, Terulin tak juga pulang. Karenanya,  Jamsen meminta menantu korban, Thomas Sembiring menengok ke areal pertanian.

Permintaan itupun dituruti. Thomas bersama 2 rekannya Mahendra Pinem dan Marhalim Sagala segera berangkat. Dia kaget menyaksikan  tubuh mertua dalam posisi telungkup dan tak bernyawa di kebun. Peristiwa tersebut segera diteruskan kepada kepala desa dan Polsek Tanah Pinem.

Kabar diperoleh Dairinews.com menyebut, ditemukan sepotong kayu di dekat jenajah. Benda keras itu diduga dipakai memukul kepala korban dari arah belakang  hingga tewas.  Kepala bagian belakang jadi sasaran.  Belum diketahui apa tujuan tersangka masuk ke ladang. Sebab barang berharga dan uang tidak dicuri. Adapun lahan pertanian berjarak 1,5 kilometer dari kediaman.

Korban pun dibawa ke RSU di Medan untuk keperluan otopsi. Sementara itu, ujar sanak famili korban, penduduk menaruh curiga terhadap orang tertentu. Seseorang langsung kabur meninggalkan kampung pasca  menyeruaknya kematian Terulin.

Masyarakat dan keluarga melaksanakan prosesi  adat Karo serangkaian pengebumian korban, Minggu (12/11/2017). 11 hari  kemudian, KM diduga pelaku diringkus. (D01)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.